Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Tuesday, October 29, 2013

Belajar melepaskan

Sebuah cerita haru dari kak dwitasari ♥

Kamu mengenalkan namamu begitu saja, uluran tanganmu
dan suara lembutmu berlalu tanpa pernah kuingat-ingat. Awalnya,
semua berjalan sederhana. Kita bercanda, kita tertawa, dan kita
membicarakan hal-hal manis; walaupun segala percakapan itu
hanya tercipta melalui pesan singkat— BBM. Perhatian yang
mengalir darimu dan pembicara manis kala itu hanya kuanggap
sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa.
Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang
kamu tawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku dengan
lebar. Aku tak sadar, bahwa kamu datang memberi perasaan aneh.
Ada yang hilang jika sehari saja kamu tak menyapaku melalui
dentingan chat BBM. Setiap hari ada saja topik menarik yang kita
bicarakan, sampai pada akhirnya kita berbicara hal paling
menyentuh; cinta.
Kamu bercerita tentang mantan kekasihmu dan aku bisa
merasakan perasaan yang kaurasakan. Aku berusaha memahami
kerinduanmu akan perhatian seorang wanita. Sebenarnya, aku
sudah memberi perhatian itu tanpa kauketahui. Mungkinkah
perhatianku yang sering kuberikan tak benar-benar terasa olehmu?
Aku mendengar ceritamu lagi. Hatiku bertanya-tanya, seorang pria
hanya menceritakan perasaannya pada wanita yang dianggap dekat.
Aku bergejolak dan menaruh harap. Apakah kausudah
menganggap aku sebagai wanita spesial meskipun kita tak memiliki
status dan kejelasan? Senyumku mengembang dalam diam,
segalanya tetap berjalan begitu saja, tanpa kusadari bahwa cinta
mulai menyeretku ke arah yang mungkin saja tak kuinginkan.
Saat bertemu, kita tak pernah bicara banyak. Hanya sesekali
menatap dan tersenyum penuh arti. Ketika berbicara di BBM, kita
begitu bersemangat, aku bisa merasakan semangat itu melalui
tulisanmu. Sungguh, aku masih tak percaya segalanya bisa berjalan
secepat dan sekuat ini. Aku terus meyakinkan diriku sendiri, bahwa
ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaat karena aku
merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku berusaha
memercayai bahwa perhatianmu, candaanmu, dan caramu
mengungkapkan pikiranmu adalah dasar nyata pertemanan kita.
Ya, sebatas teman, aku tak berhak mengharapkan sesuatu yang
lebih.
Aku tak pernah ingin mengingat kenangan sendirian. Aku
juga tak ingin merasakan sakit sendirian. Tapi, nyatanya....
Perasaanku tumbuh semakin pesat, bahkan tak lagi
terkendalikan. Siapakah yang bisa mengendalikan perasaan?
Siapakah yang bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang
yang tepat ataupun salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku
hanya manusia biasa yang merasakan kenyamanan dalam hadirmu.
Aku hanya wanita yang takut kehilangan seseorang yang tak pernah
aku miliki.
Salahku memang jika mengartikan tindakanmu sebagai
cinta. Tapi, aku juga tak salah bukan jika berharap bahwa kamu
juga punya perasaan yang sama? Kamu sudah jadi sebab tawa dan
senyumku, aku percaya kautak mungkin membuatku sedih dan
kamu tak akan jadi sebab air mataku. Aku percaya kamulah
kebahagiaan baru yang akan memberiku sinar paling terang. Aku
sangat memercayaimu, sangat! Dan, itulah kebodohan yang harus
kusesali.
Ternyata, ketakutanku terjawab sudah, kamu menjauhiku
tanpa alasan yang jelas. Kamu pergi tanpa ucapan pisah dan pamit.
Aku terpukul dengan keputusan yang tak kausampaikan padaku,
tapi pantaskah aku marah? Aku tak pernah jadi siapa-siapa bagimu,
mungkin aku hanya persinggahan; bukan tujuan. Kalau kauingin
tahu, aku sudah merancang berbagai mimpi indah yang ingin
kuwujudkan bersamamu. Mungkin, suatu saat nanti, jika Tuhan
izinkan, aku percaya kita pasti bisa saling membahagiakan.
Aku tak punya hak untuk memintamu kembali, juga tak
punya wewenang untuk memintamu segera pulang. Masih adakah
yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan?
Tidak munafik, aku merasa kehilangan. Dulu, aku terbiasa dengan
candaan dan perhatian kecilmu, namun segalanya tiba-tiba hilang
menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam.
Sesungguhnya, ini juga salahku, yang bertahan dalam diam
meskipun aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat. Ini
bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin
matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku
mencintaimu.
Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan,
juga merelakan.

Monday, September 30, 2013

cara move on ?

Gue mau cerita sedikit cara buat move, padahal gue sendiri belum bisa move on x.x
Cara Move On setelah Putus Cinta memang menjadi persoalan sulit dalam hidup ini, karena setiap orang mempunyai perasaan yang berbeda-beda. ada yang cepat Move On dan ada juga yang lama. tergantung seberapa besar cintanya dulu dengan sang mantan kekasih. nah buat kamu yang sehabis putus cinta, jangan pernah galau, bimbang, dan sedih terus-terusan ini akan mengganggu kehidupan kamu. untuk itu gue kasih Cara-cara Ampuh untuk Move On dari Mantan Pacar Tersayang :
1. Lupakan Kenangan Manis
yup, bukan maksud untuk ngebuang masa-masa indah lo sama doi dulu. tapi kalo lo terus inget semua kenangan manis, yang ada lo akan selalu terhanyut sama masalalu lo, dan semakin sulit ngelupain doi. inget aja, kenangan buruk tentang doi, kenapa? karna dengan begitu, lo akan berfikir bahwa dia gak pantes untuk lo milikin.
2. Jauhi Semua Hal Tentang Doi
jauhin semua hal yang bikin lo inget sama doi. misal, lagu lo bersama doi, tempat hang out bareng doi, bahkan kalau perlu bakar semua foto, boneka, dan barang permberian doi, kalo itu cuma bikin lo inget ke doi, lo bisa juga kasih ke gue *eh haha..
3. Jangan Komunikasi dengan Doi
jangan sms, telp, bbm, atau stalking sosmed nya doi. karna itu salah satu cara buat lo untuk bisa lupain dia. kalo perlu, delete nomernya, delcont bbm-nya, unfoll twitternya. cara yang sadis sih, tapi dari pada lo terus-terusan stalking? yang ada itu hati makin ancur broh. apa jadinya hati lo nanti?
4. Sibukin Diri
cari deh kesibukan diluar, kayak hang out bareng sahabat, atau kerja, atau bantuin gue dirumah juga boleh, hehe. semakin sibuk semakin mudah kamu melupakan mantan.
5. Cari Gebetan Baru
seperti apapun masalalu lo bersama doi, setidaknya dia adalah orang baik untuk kita dimasa depan untuk lebih selektif memilih pasangan. nah, mencari gebetan baru untuk bisa menggantikan posisi doi memang hal yang baik.

Yuhuu, kayanya makin galau bukan cepet move on, haha selamat berjuang para pejuang cinta!!

5 alasan matan masih suka sms :o

Hubungan lo dan si dia sudah berakhir. Tapi sang mantan masih saja mengirimkan pesan teks ke ponsel lo, lewat SMS maupun Blackberry Messenger (BBM). Hal yang dibicarakan pun tidak terlalu penting, misalnya menanyakan keadaan atau apa yang sedang lo lakukan.lo pun bertanya-tanya, apa maksudnya mengirimkan pesan teks setelah putus? Ada beberapa kemungkinan, yang salah satunya mungkin sesuai dengan kondisi lo saat ini.
1. Perasaan dan Emosi Tidak Hilang Begitu Saja
Ikatan emosional yang telah terjalin lama dan intens saat masih berhubungan, tidak bisa hilang segera setelah kekasih memutusnya. Perasaan cinta atau sayang mungkin masih tertinggal beberapa bulan bahkan tahunan setelah hubungan berakhir.
2. Merindukan Kebersamaan
Terlepas dari sang mantan masih atau sudah tidak mencintai lo, pasti ada rasa rindu akan momen-momen yang telah dilewatinya bersama lo walau sekecil apapun. Maka wajar saja jika mantan terkadang masih suka mengirimi SMS atau BBM, karena merasa ada yang hilang dari dirinya.
3. Merasa Bersalah
Jika si pria yang memutuskan hubungan, kemungkinan ada rasa bersalah yang menghinggapinya. Dia masih peduli dan khawatir keadaan mantan kekasihnya pasca putus. Untuk mengobati rasa bersalah itu, biasanya pria akan mengirim SMS atau BBM untuk sekedar menanyakan keadaan wanita yang pernah dicintainya.
4. ‘Mengikat’ Perasaan Wanitanya
Ada kalanya keputusan besar diambil saat emosi seseorang tidak stabil atau marah besar, termasuk ketika mengakhiri hubungan. Dikutip dari ezineartciles, anyak pria yang terlanjur mengucap kata ‘putus’ padahal dia belum yakin apakah tindakannya itu benar atau tidak. Untuk memastikannya, biasanya pria akan mencoba ‘mengikat’ mantannya dengan tetap mengiriminya SMS atau BBM. Kalau-kalau dia berubah pikiran dan ingin kembali padanya.
5. Tidak Ingin Putus Tali Silaturahmi
Meskipun sudah putus, pria mungkin masih ingin menjalin hubungan baik dengan mantan kekasihnya. Mungkin alasan ini terdengar klise dan sepertinya sulit dijalankan, tapi jika ada kesempatan untuk tetap berteman, pria akan mencoba berkomunikasi dengan mantan kekasihnya sesekali.
Setelah tahu beberapa kemungkinan yang paling umum, apa yang sebaiknya dilakukan? Mengabaikan atau membalas pesan teks darinya? Lo bisa melihatnya dari dua sisi. Jika lo merasa tidak ada pentingnya memiliki koneksi dalam bentuk apapun, sebaiknya jangan merespon SMS atau BBM nya sama sekali.
Lakukan hal yang sama bila menurut lo, masih berhubungan dengannya hanya akan menambah rasa sakit.Tapi bila lo masih mengharapkan mantan kembali, tak ada salahnya membalas SMS nya. Namun sebaiknya lo tidak segera membalas begitu menerima pesan teks darinya.

Semoga membantu menuju move on kawan ;)

hari itu

13 oktober tahun lalu yaa tepat dimana tuhan mempertemukan kita di sebuah motor yang menuju ke suatu tempat. Entah apa rencana Nya tapi ini terjadi !!

Perlahan kau mulai mendekati, dan 23 oktober hari itu di depan hamparan sawah dan matahari terbenam kau nyatakan cinta padaku, suasana yg indah terhampar didepanku, tanpa berfikir panjang kuterima cintanya. Dia berkata "yang kuingin hanya kamu dan aku menjadi kita"

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun pertama kan menemui kita, suka duka warna warni cerita kita telah terukir rapi. Dan kamu harus sadar ketika ku tulis cerita ini aku sedang merindukan kamu ada disampingku hanya satu yang ingin aku ucapkan jangan hapus cerita kita dan jaga cerita ini sampai tuhan memisahkan kita
Aku selalu mencintaimu